Capaian Kota Banjar Tahun 2015
Minggu, 15 Maret 2015
Senin, 08 September 2014
Akhirnya Anak Muda Itu Cum Laude
Akhirnya admin, Banjar Cyber School Cum Laude
Fazar Shiddieq Karimil Fathah, S.Pd.
Semangat Berkarya.
Salam: Para Old Admin
Fazar Shiddieq Karimil Fathah, S.Pd.
Tak ada kata dan untaian kalimat yang dapat kami sampaikan, selain ucapan Allhamdulilah dan Selamat, semoga ilmu pangaweruh yang telah Adinda raih bisa menerangi serta menjadikan begitu sebanyak-banyaknya manfaat bagi semua.
Ayah, Ibu, dan Kaka serta Adik-adikmu pastilah sangat bangga, kini engkau sudah jauh melampaui kami, teruslah gapai semua asa dan impian mu, Adinda.
Semangat Berkarya.
Salam: Para Old Admin
Minggu, 07 September 2014
Belajar Ke Kota Solo: The Spirit of Java
Kota Surakarta (juga biasa disebut Kota Solo) kini mendapat sorotan tidak saja dari masyarakat lokal dan nasional, melainkan juga dari masyarakat international. Sejumlah prestasi membanggakan ditorehkan Kota Solo hingga membuat banyak orang terkagum-kagum dengan perubahan yang terjadi dan akhirnya mengunjungi kota yang dipromosikan sebagai “the spirit of Java” tersebut.
Bisakah Kota Banjar Belajar Kepada Kota Solo?
Sabtu, 06 September 2014
Kenangan di Universitas Negeri 11 Maret
“Kebeningan matahari pagi tanggal 11 Maret 1976, hari Kamis Kliwon, menambah cerah dan semaraknya sepanjang jalan tengah alun-alun utara Solo hingga sampai di Siti Hinggil. Hiasan warna warni dari kain dan janur, permadani merah bersih yang tergelar mulai dari Pegelaran sampai di Siti Hinggil dan terpugarnya wajah bangunan Siti Hinggil sendiri, menjadikan tempat upacara.”
(Abu Alim Masykuri, 1977)
Sebelas Maret jam 10.00 pagi, dengan dibacanya Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pembukaan “Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret”, maka Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri di Solo.
Pemandangan yang meriah meramaikan peresmian universitas negeri yang telah ditunggu kelahirannya sejak lama itu.
Cikal bakal UNS sendiri dapat dirunut jejaknya dari 1950-an. Pada masa itu, Solo telah memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah universitas negeri sendiri, mengingat kota lain telah memiliki universitas yang umurnya bahkan telah mencapai puluhan tahun.
Namun, akibat perang, penyatuan pemerintahan, kekeruhan arus politik, ekonomi rakyat rusak, dan lain-lainnya, universitas negeri di Solo belum dapat diwujudkan. Pada 1953, setelah semua kekacauan berakhir, timbul keinginan mewujudkan universitas itu kembali. Hal ini mengingat Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa asli, serta terdapat potensi yang besar di lapangan perguruan, baik tenaga pengajar dan siswanya.
Panitia pendirian universitaspun dibentuk, dengan ketua Mohammad Saleh, Wali Kota Solo saat itu. Hanya saja, usaha ini gagal sebelum sempat dimulai.
Pada penghujung Desember 1975, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meninjau UGS dan memastikan bahwa pada 11 Maret 1976, UGS akan di-”negerikan.” Selanjutnya, UGS akan digabung dengan perguruan tinggi negeri dan swasta lain untuk membentuk universitas negeri di Solo.
Perguruan tinggi tersebut adalah: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri, Sekolah Tinggi Olahraga, Akademi Administrasi Niaga Negeri yang sudah diintegrasikan ke Akademi Administrasi Niaga Negeri di Yogyakarta, Universitas Gabungan Surakarta, Fakultas Kedokteran P. T. P. N. Veteran cabang Surakarta.
Universitas tersebut terdiri atas 9 fakultas, yaitu: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan, Fakultas Sastera Budaya, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian serta Fakultas Teknik.
Dengan tuntasnya persiapan, akhirnya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret resmi berdiri pada 11 Maret 1976.
Foto by: Fazar S.K.F., S.Pd.
(Abu Alim Masykuri, 1977)
Sebelas Maret jam 10.00 pagi, dengan dibacanya Keputusan Presiden Republik Indonesia tentang pembukaan “Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret”, maka Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berdiri sebagai Perguruan Tinggi Negeri di Solo.
Pemandangan yang meriah meramaikan peresmian universitas negeri yang telah ditunggu kelahirannya sejak lama itu.
Cikal bakal UNS sendiri dapat dirunut jejaknya dari 1950-an. Pada masa itu, Solo telah memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah universitas negeri sendiri, mengingat kota lain telah memiliki universitas yang umurnya bahkan telah mencapai puluhan tahun.
Namun, akibat perang, penyatuan pemerintahan, kekeruhan arus politik, ekonomi rakyat rusak, dan lain-lainnya, universitas negeri di Solo belum dapat diwujudkan. Pada 1953, setelah semua kekacauan berakhir, timbul keinginan mewujudkan universitas itu kembali. Hal ini mengingat Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa asli, serta terdapat potensi yang besar di lapangan perguruan, baik tenaga pengajar dan siswanya.
Panitia pendirian universitaspun dibentuk, dengan ketua Mohammad Saleh, Wali Kota Solo saat itu. Hanya saja, usaha ini gagal sebelum sempat dimulai.
Pada penghujung Desember 1975, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meninjau UGS dan memastikan bahwa pada 11 Maret 1976, UGS akan di-”negerikan.” Selanjutnya, UGS akan digabung dengan perguruan tinggi negeri dan swasta lain untuk membentuk universitas negeri di Solo.
Perguruan tinggi tersebut adalah: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri, Sekolah Tinggi Olahraga, Akademi Administrasi Niaga Negeri yang sudah diintegrasikan ke Akademi Administrasi Niaga Negeri di Yogyakarta, Universitas Gabungan Surakarta, Fakultas Kedokteran P. T. P. N. Veteran cabang Surakarta.
Universitas tersebut terdiri atas 9 fakultas, yaitu: Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan, Fakultas Sastera Budaya, Fakultas Sosial Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian serta Fakultas Teknik.
Dengan tuntasnya persiapan, akhirnya Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret resmi berdiri pada 11 Maret 1976.
Foto by: Fazar S.K.F., S.Pd.
Jumat, 11 Juli 2014
Merintis Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Periangan di Kota Solo
Merintis perkumpulan Pelajar dan Mahasiswa Periangan di Kota Solo
Posted by: Fazar Shiddieq Karimil Fathah
Posted by: Fazar Shiddieq Karimil Fathah
Senin, 17 Februari 2014
Selamat Datang Pada Digital Access to Scholarship at Harvard
"Semoga Banyak Pelajar Indonesia Bisa Melanjutkan Studinya di Universitas-Universitas Top Dunia, dan Sesegera Mungkin Universitas dan Perguruan Tinggi dalam Negeri Bisa Menyusul Kemajuan Mereka"
*Arip Nurahman*
About DASH
The Digital Access to Scholarship at Harvard (DASH) repository is an open access repository run as a service by the Office for Scholarly Communication in the Harvard University Library at the instigation of the Harvard Provost's Office.
As part of its mission, DASH makes available scholarly articles pursuant to theopen access policies of the various faculties at
Harvard that have established them, in addition to other materials that
it provides on behalf of members of the Harvard community.
For background on Harvard's open access policies,visit the OSC web site.
DASH is built using the DSpace open source digital repository platform.
Frequently Asked Questions
- Submission Procedures - Who can submit works to DASH, and how to go about it.
- Rights and Licenses - Your rights, and the applicable policies and laws.
- Reporting Copyright Infringements - Harvard University's DMCA takedown notification procedures.
- Privacy Statement - The information DASH collects from site visitors and how it may be used.
All of DASH
Semoga Bermanfaat Sahabat
Langganan:
Postingan (Atom)



